← KEMBALI KE ARSIP

Kirab Boyong Lincak Meriahkan Peringatan HUT ke-28 Pasar Desa Podosoko

Penulis

Bambang Eko Prasetyo

Kategori

Berita Utama

Diterbitkan Pada

Jumat, 23 September 2022

Kirab Boyong Lincak Meriahkan Peringatan HUT ke-28 Pasar Desa Podosoko

Podosoko, 23 September 2022 – Rasa syukur atas limpahan nikmat kesehatan, keselamatan, umur panjang, serta rezeki yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa patut senantiasa diwujudkan dalam berbagai bentuk kebersamaan. Semangat tersebut menjadi salah satu makna yang melatarbelakangi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Pasar Desa Podosoko.

Pasar Desa Podosoko merupakan salah satu pasar tradisional yang memiliki sejarah panjang di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Keberadaan pasar ini telah ada sejak masa penjajahan Belanda dan hingga kini tetap bertahan serta berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada awalnya, pasar berlokasi di Dusun Bulu Kidul, Desa Podosoko. Seiring meningkatnya jumlah pedagang dan aktivitas jual beli, pada tahun 1991 pasar dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif di tanah bengkok desa yang berada di Dusun Bulu Lor. Relokasi tersebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan Pasar Desa Podosoko hingga menjadi pasar yang lebih tertata dan mampu melayani masyarakat dengan lebih baik.

Pasar Desa Podosoko kemudian diresmikan pada 15 September 1994 oleh Bupati Magelang saat itu, Bapak Kardi, setelah sebagian besar pedagang berhasil menempati lokasi baru. Selanjutnya, pada tahun 2018, pengelolaan pasar secara resmi diserahkan kepada BUMDes Jaya Mandiri sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan aset desa.

Dalam rangka memperingati hari jadi pasar, pada 18 September 2022 pengurus Pasar Desa Podosoko menyelenggarakan berbagai kegiatan yang dikemas dalam acara Kirab Boyong Lincak. Kirab budaya tersebut menampilkan arak-arakan tumpeng nasi kuning, gunungan sayur-mayur, gunungan buah-buahan, serta gunungan jajanan pasar sebagai simbol rasa syukur atas hasil bumi dan keberkahan rezeki yang diperoleh masyarakat.

Acara ini juga menghadirkan para tokoh yang memiliki jasa dalam proses pemindahan pasar ke lokasi saat ini, serta para mantan Kepala Desa Podosoko yang pernah mengemban amanah memimpin desa. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan atas kontribusi dan perjuangan dalam membangun serta mengembangkan Pasar Desa Podosoko.

Suasana peringatan semakin semarak dengan penampilan berbagai kesenian tradisional, seperti Soreng dan Warok Anak, yang berhasil menghibur masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan rangkaian acara.

Melalui peringatan HUT ke-28 ini, diharapkan Pasar Desa Podosoko terus berkembang sebagai pusat perekonomian masyarakat sekaligus menjadi salah satu ikon budaya Desa Podosoko. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian tradisi yang tercermin dalam Kirab Boyong Lincak diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.