← KEMBALI KE ARSIP

Senam Minggu Sore Kembali Hidupkan Semangat Warga Dusun Sambo

Penulis

Andini Septina Zada - KKN-PPM UGM 2026

Kategori

Kegiatan

Diterbitkan Pada

Senin, 3 Agustus 2026

Senam Minggu Sore Kembali Hidupkan Semangat Warga Dusun Sambo

Suasana Minggu sore di Dusun Sambo, Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, terasa lebih hidup dibanding biasanya. Selepas shalat ashar, ibu-ibu mulai berdatangan ke lokasi senam dengan mengenakan pakaian olahraga yang nyaman. Diiringi musik yang membangkitkan semangat, mereka mengikuti setiap gerakan senam dengan penuh antusias. Tawa dan canda sesekali terdengar di sela-sela kegiatan, menciptakan suasana yang hangat sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Kegiatan senam rutin ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada yang bertujuan mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik yang sederhana dan menyenangkan. Selama masa pelaksanaan KKN, senam bersama diselenggarakan sebanyak tiga kali, yaitu pada tanggal 12, 19, dan 26 Juli 2026, setiap Minggu sore selepas shalat ashar.

Gambar artikel

Bagi masyarakat Dusun Sambo, kegiatan ini bukanlah sesuatu yang benar-benar baru. Sebelumnya, senam rutin sempat menjadi agenda mingguan yang cukup diminati warga. Namun, seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut berhenti dilaksanakan sehingga masyarakat tidak lagi memiliki wadah untuk berolahraga bersama. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif menghadirkan kembali kegiatan senam sebagai upaya membangkitkan kebiasaan hidup sehat di lingkungan masyarakat.

Meskipun jumlah peserta tidak terlalu banyak, semangat yang ditunjukkan ibu-ibu begitu terasa dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Mereka mengikuti setiap gerakan dengan penuh antusias dan saling menyemangati satu sama lain. Bagi mereka, senam bersama bukan hanya menjadi sarana menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berkumpul, berbincang, dan melepas penat setelah menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.

Gambar artikel

Mahasiswa KKN turut mendampingi jalannya kegiatan dengan menyiapkan perlengkapan, mengatur musik, serta memastikan senam berlangsung dengan nyaman. Gerakan yang dipilih pun dibuat sederhana sehingga mudah diikuti oleh seluruh peserta. Suasana yang santai membuat kegiatan ini dapat dinikmati oleh ibu-ibu tanpa merasa terbebani.

Antusiasme warga terlihat semakin jelas pada pelaksanaan senam terakhir, Minggu (26/7/2026). Setelah kegiatan selesai, ibu-ibu menghampiri mahasiswa KKN untuk meminta diajarkan cara menghubungkan telepon genggam ke perangkat sound system yang digunakan selama senam. Mereka berharap dapat memutar musik senam sendiri sehingga kegiatan ini tetap bisa dilaksanakan secara rutin meskipun masa pengabdian mahasiswa KKN telah berakhir.

Gambar artikel

Momen sederhana tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menikmati kegiatan yang diberikan, tetapi juga memiliki keinginan untuk melanjutkannya secara mandiri. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa program yang dilaksanakan telah menumbuhkan rasa memiliki dari masyarakat terhadap kegiatan tersebut.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, senam rutin juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial antarwarga. Melalui kegiatan ini, masyarakat memiliki ruang untuk saling berinteraksi, bertukar cerita, dan membangun kebersamaan dalam suasana yang santai. Aktivitas sederhana seperti senam bersama dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat apabila dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap semangat hidup sehat yang mulai tumbuh di Dusun Sambo tidak berhenti setelah masa KKN selesai. Keinginan warga untuk belajar mengoperasikan sound system dan menyelenggarakan senam secara mandiri menjadi harapan bahwa kegiatan ini dapat terus berlangsung sebagai agenda rutin masyarakat.

Senam Minggu sore di Dusun Sambo membuktikan bahwa sebuah program tidak selalu diukur dari banyaknya peserta, melainkan dari dampak yang ditinggalkannya. Ketika masyarakat mulai berinisiatif untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri, itulah tanda bahwa semangat kebersamaan dan budaya hidup sehat telah kembali tumbuh di tengah-tengah warga.